
Di Ponpes Al-Maa, kami ingin santri tidak hanya kuat secara ilmu, tetapi juga mandiri dalam kehidupan.
Mayoritas santri di sini adalah yatim dan dhuafa.
Mereka belajar, menghafal Al-Qur’an, dan menyiapkan masa depan—dengan segala keterbatasan yang ada.
Karena itu, pondok merancang sebuah ikhtiar jangka panjang dengan menggulirkan Program Wakaf Produktif Ayam Petelur.
Program ini bukan sekadar beternak. Ini adalah pendidikan keterampilan, kemandirian pangan, dan keberlanjutan pondok.
Melalui program ini, insyaAllah:
🐣 Santri belajar keterampilan beternak ayam petelur
Mulai dari perawatan, kebersihan, hingga pengelolaan hasil—
sebagai bekal hidup yang nyata.
🥚 Pondok memiliki sumber gizi berkelanjutan
Telur sebagai asupan protein utama,
dan daging ayam sebagai tambahan menu bergizi bagi santri.
🍽 Biaya makan santri bisa ditekan
Karena sebagian kebutuhan protein dipenuhi dari hasil wakaf itu sendiri.
💰 Hasil surplus menjadi pemasukan pondok
Telur yang berlebih dapat dijual dan dialokasikan kembali
untuk kebutuhan santri dan pengembangan pendidikan.
Inilah wakaf yang tidak habis dalam sekali pakai. Sekali berwakaf, manfaatnya terus berulang.
Santri mendapat ilmu dan keterampilan. Pondok mendapat kemandirian. Umat mendapat pahala yang mengalir.
Mari bersama, hadirkan wakaf yang menumbuhkan,
memberi manfaat hari ini, dan terus hidup di masa depan.
![]()
Menanti doa-doa orang baik